Review Vivo V7+
Diluncurkan dan ditayangkan di sembilan stasiun televisi nasional di Indonesia, Vivo seolah ingin menegaskan kemewahan yang diusung ponsel cerdas unggulannya, V7+.
Kemewahan V7+ juga menjadi salah satu senjata andalan Vivo dalam menarik perhatian konsumen Indonesia, serta mempertahankan eksistensinya di Tanah Air. Selain masih menggunggulkan kemampuan kamera depan, V7+ turut mengunggulkan kemampuan layarnya.
Lantas bagaimana performa yang disuguhkan Vivo V7+ secara keseluruhan? Simak ulasan kami berikut ini.
Desain
Meskipun berbentang layar tergolong besar, ponsel ini hadir dengan dimensi yang tidak terlalu besar, dan mampu menyuguhkan kenyamanan saat digenggam dan digunakan dengan satu tangan. Hal ini disebabkan oleh penggunaan rasio aspek 18:9 yang tengah populer di kalangan produsensmartphone.
Selain rasio aspek tersebut, layar ponsel yang menggunakan teknologi yang disebut Vivo sebagai Full View ini hadir dengan dukungan bezel minim yang mengelilinginya. Berukuran tipis, bezel Vivo V7+ tetap memungkinkan untuk menyematkan kamera depan, speaker telepon, sensor dan lampu flash LED.
Sementara itu untuk urusan tombol, Vivo tidak membekali perangkat tidak tombol Home fisik, dan menggunakan tombol sentuh di bagian layar. Kehadiran tombol fisik yang dapat Anda temukan hanyalah tombol daya dan volume yang berdampingan di sisi kanan perangkat.
Sementara itu untuk urusan tombol, Vivo tidak membekali perangkat tidak tombol Home fisik, dan menggunakan tombol sentuh di bagian layar. Kehadiran tombol fisik yang dapat Anda temukan hanyalah tombol daya dan volume yang berdampingan di sisi kanan perangkat.
Sedangkan port USB tersedia di sisi bawah, berdampingan dengan speaker dan jack headphone3,5mm. Anda tidak akan menemukan apapun di sisi atas perangkat, dan hanya akan menemukan slotkartu SIM di sisi kirinya.
Di bagian belakang, Anda dapat menemukan kamera belakang yang didampingi oleh lampu flash LED di sudut kanan, serta sensor pemindai sidik jari sedikit di bawah kamera dan di tengah atas bodi perangkat tersebut.
Jika diperhatikan dengan seksama, bodi belakang Vivo V7+ turut dihiasi dengan dua garis perak yang melintang mendekati bagian sisi atas dan bawah bodi dengan tepian tidak tegas tersebut. Garis ini bertindak sebagai cara Vivo untuk mempercantik desain perangkat serta sebagai garis antena.
Secara keseluruhan, desain Vivo V7+ cukup ergonomis, bahkan untuk saya yang punya tangan berukuran kecil. Padahal, dimensi layar yang diusung cukup besar. Bodinya menawarkan grip yang cukup baik berkat tekstur doff. Kekurangannya adalah bodi dengan tekstur ini akan gampang mudah kotor karena keringat atau sidik jari.
Salah satu kelebihan layar berukuran ini adalah menampilkan visual yang lebih dari cukup pada mode portrait, termasuk saat menonton video dari YouTube.
Salah satu kelebihan layar berukuran ini adalah menampilkan visual yang lebih dari cukup pada mode portrait, termasuk saat menonton video dari YouTube.
Software & UI
Selain itu, perangkat ini juga kembali mengusung tampilan menu drop dari bagian bawah, serupa ponsel karya Apple, meski notifikasi masih terdapat di menu yang dapat diakses dengan mengusap layar dari atas ke bawah.
Unik dan berbeda dari antarmuka pengguna perangkat Android lainnya, FunTouch OS mungkin akan sedikit membingungkan Anda yang telah biasa menggunakan perangkat Android lain, dan membutuhkan waktu pembiasaan lebih lama.
Berbeda dengan pendahulunya, Vivo membekali V7+ dengan kemampuan untuk menduplikasi sejumlah aplikasi pesan instan, disebut dengan nama Clone Apps. Hal tersebut akan memungkinkan Anda memiliki dua aplikasi seperti WhatsApp atau LINE pada ponsel ini, sehingga dapat menyematkan dua akun berbeda.
Berbeda dengan pendahulunya, Vivo membekali V7+ dengan kemampuan untuk menduplikasi sejumlah aplikasi pesan instan, disebut dengan nama Clone Apps. Hal tersebut akan memungkinkan Anda memiliki dua aplikasi seperti WhatsApp atau LINE pada ponsel ini, sehingga dapat menyematkan dua akun berbeda.
Selain itu, untuk mendukung keunggulannya di bidang layar, Vivo turut membekali fitur yang memungkinkan Anda untuk menyembunyikan tiga tombol menu utama dari layar. Sebagai penggantinya, Anda dapat mengakses fungsi tombol tersebut dengan gestur, yang dapat diaktifkan melalui pengaturan Settings > Navigation Keys.
Tidak hanya soal tombol menu utama, dukungan terhadap keunggulan layar juga dihadirkan Vivo saat menikmati video YouTube dalam tiga mode saat menggunakan mode lansekap. Ketiga mode tersebut yaitu Fit, Full screen, dan Crop to full screen.
Tidak hanya soal tombol menu utama, dukungan terhadap keunggulan layar juga dihadirkan Vivo saat menikmati video YouTube dalam tiga mode saat menggunakan mode lansekap. Ketiga mode tersebut yaitu Fit, Full screen, dan Crop to full screen.
Kamera & Video
Saat mengakses kamera depan, Anda secara otomatis akan disambut dengan layar yang menampilkan diri dan sekitar Anda dengan pencahayaan lebih terang dari kondisi sebenarnya. Namun jika masih dinilai kurang terang, Anda juga dapat mengaktifkan lampu flash melalui menu di bagian atas layar.
Tidak hanya cerah, kamera depan Vivo V7+ juga mampu menghadirkan hasil foto yang tergolong detil, meski dalam pencahayaan redup. Selain itu, Anda juga dapat menikmati mode foto bokeh pada kamera depan, meski tidak tersedia pada kamera belakang.
Fitur tersebut akan secara otomatis mendeteksi wajah Anda dan menjadikan pemandangan di belakang menjadi blur atau bokeh. Otomatisasi ini akan turut memudahkan Anda saat memotret sebab tidak perlu mengatur sendiri tingkat blur pemandangan di belakang
Performa & Baterai
Selain itu, performa yang disuguhkan perangkat ini cukup baik saat digunakan untuk memainkan game Asphalt 8: Airbone, yang juga didukung oleh tampilan layar luas, menambah kesenangan dalam memainkan game.
Sementara itu pada pengujian menggunakan aplikasi 3DMark dan PCMark, Vivo V7+ masih mampu menampilkan performanya yang cukup memuaskan. Pada pengujian 3DMark Sling Shot, V7+ memperoleh nilai 801, sedangkan pada Ice Storm Unlimited sebesar 12.665.
Sedangkan untuk pemakaian baterai, Vivo V7+ mampu bertahan cukup lama dalam penggunaan sehari-hari yaitu sekitar 12 jam, dengan kondisi penggunaan normal. Hal ini akan cukup membantu terutama bagi Anda yang sulit berdiam diri di satu lokasi dengan ketersediaan soket listrik.
Daya baterai yang juga cukup lama turut dihadirkan pada pengujian baterai menggunakan aplikasi benchmark PCMark. Pada pengujian di aplikasi tersebut, Vivo V7 Plus mampu bertahan selama 11 jam 1 menit.
Daya baterai yang juga cukup lama turut dihadirkan pada pengujian baterai menggunakan aplikasi benchmark PCMark. Pada pengujian di aplikasi tersebut, Vivo V7 Plus mampu bertahan selama 11 jam 1 menit.
Kesimpulan
Tidak hanya menawarkan kesan elegan dan mewah berkat bentangan layarnya yang luas, Vivo V7+ juga mampu menyuguhkan kesenangan bagi Anda pecinta selfie saat menggunakan kamera depannya.
Hanya saja, dukungan FunTouch OS pada perangkat mungkin sedikit mengecoh dan akan membutuhkan waktu lebih lama, hingga Anda terbiasa menggunakannya. Selain itu, Anda mungkin harus sedikit berkompromi pada hasil foto yang diambil dalam kondisi pencahayaan redup.
Aspek berikutnya yang bisa menjadi kekurangan adalah harga yang ditawarkan. Memang belum banyak ponsel yang menawarkan ukuran layar 5,9 inci, tetapi Vivo V7+ mungkin masih bisa dipatok dengan harga yang lebih terjangkau
| Vivo V7+ | |
| Prosesor | Qualcomm Snapdragon 450 @1.80 GHz octa-core |
| GPU | Adreno 506 |
| RAM | 4GB |
| OS | Android 7.1. Nougat + FunTouch OS 3.2 |
| Memori Internal | 64GB |
| Kamera | Depan 24MP, Belakang 16MP |
| Baterai | 3.225 mAh |
| Layar | 5,9 inci (1440 x 720 piksel) |
| Harga | Rp4.699.000 |
Sumber : http://teknologi.metrotvnews.com
















0 komentar:
Posting Komentar